JAKARTA - Ketua Komisi Pemilihan Umum Husni Kamil Manik menyatakan, Sekretariat Jenderal akan dirombak total setelah Sekretaris Jenderal Suripto Bambang Setyadi diganti. Hal itu ditujukan supaya Setjen lebih profesional dalam mendukung kinerja komisioner KPU.
"Personelnya baru juga. Itu supaya struktur Setjen (Sekretariat Jenderal) ada efisiensi dan efektivitas. Kami lebih mengutamakan hal ini akan dilaksanakan terencana," kata Husni di kantornya, Jakarta, Senin (12/11/2012).
Husni menambahkan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) sudah melaksanakan rapat pleno untuk hal itu. Rapat pleno mencakup juga pergantian Sekretaris Jenderal (Sekjen). Mengenai pergantian Sekjen, KPU sudah membicarakannya secara formal dan informal dengan Suripto Bambang.
"Sekjen setuju dan siap diganti sebelum masa pensiunnya tiba, pertimbangannya luas," tuturnya.
Husni menegaskan, konflik KPU dan Setjen bukan hal baru. Sejak Pemilu 1999, permasalahan itu sudah muncul ke permukaan. Masalah internal tersebut tidak selayaknya dibesar-besarkan. Pasalnya, konflik harus dipandang sebagai pendewasaan lembaga.
"Kalau menurut teori sosiologi, konflik buat dinamis. Jadi, itu hal yang biasa terjadi dalam dinamika internal lembaga negara, termasuk KPU," ucapnya.
Sebelumnya, Komisioner KPU Ida Budhiati menyatakan, ada konflik antara Setjen dan komisioner. Setjen ditudingnya tidak mendukung kinerja komisioner sejak pendaftaran hingga verifikasi parpol calon peserta Pemilu Legislatif 2014.
Ida menduga ada jajaran Setjen yang berupaya mendongkelnya dari posisi Komisioner Bidang Hukum. Hal itu disampaikannya dalam sidang kode etik yang dilaksanakan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu, Jumat (9/11/2012).







